Kemana kau hari ini bidadari
Setiap detik hati ini mencerna namamu
Memanggil-manggil namamu
Kemana kau kali ini bidadari
Tatapanku kosong melihat fotomu
Seolah mendamba yang tak kunjung usai
Cepatlah datang wahai bidadari
Biar bisa kunikmati wajahmu
Biar bisa kunikmati candamu
Biar bisa kunikmati senyummu
Dan biar bisa kunikmati rasa cinta ini kepadamu
Cinta Abadi
Kesetiaan Suci penuh kasih.. Kan kupertahankan Untukmu..
Tak kan ingkar dalam Hati.. Untuk setia berbagi..
Demi cinta suci.. Kaulah cinta sejati..
Walaupun di dunia tak ada keabadian.. tak membuat ku gentar..
Untuk tetap mencinta.. Hingga Akhir ayat..
dunia bisa hancur.. daun bisa gugur..
Tapi satu hal yang abadi untuku.. Cintaku padamu..
Rindu Terdalam kutemukan cinta.. diantara banyaknya bintang..
Yang ada di angkasa cinta.. namun dia jauh disana..
cinta kita menjadi satu.. Namun engkau jauh.. Dari pandanganku..
Ku hanya terdiam termenung.. kurasakan nafasmu..
Kurasakan getar jantungmu.. Kurasakan manjamu..
Menjadi sebuah rindu bagiku..
Saat aku duduk.. memandang bintang di angkasa..
Entah kenapa air mata.. Jatuh membasahi wajah..
Rindu yang menyesakan dada.. Terlalu dalam di jiwa..
aku tak tahu mengapa.. Bisa terlalu cinta.. Kasih kau begitu jauh dimata..
tapi kau bagaikan nyawa.. Dalam hati terdalam..
Dan tak tergantikan..
Bukan Milikku
ku tahu semua kini telah berbeda
aku dan kamu semakin menjauh
kutahu engkau kini bukan milikku
tapi aku tetap mencintaimu
maafkan aku yang hanya bisa mengenangmu
bukan maksudku untuk tetap mencintaimu
kutahu hatimu kini telah milik yang lain
tapi aku tetap mengenangmu dan mencintaimu
karna rasa cinta ini tulus untukmu
terlalu banyak kisah yang diukir
sampai tak bisa terhapus air
anginpun tak rela untuk menyapa
hanya mentari yang terdiam terpaku
kutahu semua tak seperti dulu
mungkin rasa di hatimu benar telah musnah
tapi saat malam hadir kepadamu
ku percaya engkau masih mengingat kisah kita
karna kutahu rasa hatimu
tak jauh beda seperti yang kurasa
meski kini kita telah memiliki satu cinta lain
tapi hati kita tetap saling merindu syahdu
karna cintamu dan cintaku terukir dalam masa
tak pudar walau berganti waktu
biarkan aku tetap mencintaimu
biarkan aku tetap selalu merindumu
meski ku tahu kini kau bukan milikku...
aku dan kamu semakin menjauh
kutahu engkau kini bukan milikku
tapi aku tetap mencintaimu
maafkan aku yang hanya bisa mengenangmu
bukan maksudku untuk tetap mencintaimu
kutahu hatimu kini telah milik yang lain
tapi aku tetap mengenangmu dan mencintaimu
karna rasa cinta ini tulus untukmu
terlalu banyak kisah yang diukir
sampai tak bisa terhapus air
anginpun tak rela untuk menyapa
hanya mentari yang terdiam terpaku
kutahu semua tak seperti dulu
mungkin rasa di hatimu benar telah musnah
tapi saat malam hadir kepadamu
ku percaya engkau masih mengingat kisah kita
karna kutahu rasa hatimu
tak jauh beda seperti yang kurasa
meski kini kita telah memiliki satu cinta lain
tapi hati kita tetap saling merindu syahdu
karna cintamu dan cintaku terukir dalam masa
tak pudar walau berganti waktu
biarkan aku tetap mencintaimu
biarkan aku tetap selalu merindumu
meski ku tahu kini kau bukan milikku...
Untukmu Cinta
Menutup mata dan terus berpikir,
mungkin diriku tak bisa untuk tak ingatkanmu…
Semuanya akan dalam benak,
karena diriku selalu dalam sesuatu yang indah akan dirimu…
Terus mempertahankan dan bertahan untuk mendapatkan akan ceritamu,
mungkin akan bisa menjadi sesuatu yang lumrah untuk Aku kenali…
Ketika aku berjalan,
mungkin akan mencari apa yang menjadi sebab ketakutanku atas kehilanganmu…
Kepergian akan dirimu,
mungkin akan selalu di dalam tekanan ketika aku tak menemukannya,
Aku hanya berkata tentang dirimu,
yang tak bisa dimengerti akan diriku ini…
Aku hanya berucap dalam setiap omong kosong ini,
ketika aku benar-benar jatuh hati padamu…
Puisi untuk seseorang yang berarti,
mungkin aku berikan dengan hati terdalamku…
Aku akan bisa berkata kepadanya,
“jangan Kau menjauh ketika aku mendekat,
karena aku akan berada disampingmu, hingga diriku mati dengan waktu.”
Dari diriku untuk seseorang yang begitu samar,
dan sekarang aku menemukan itu,
yaitu cinta dari buah hasil dirimu akan diriku…
mungkin diriku tak bisa untuk tak ingatkanmu…
Semuanya akan dalam benak,
karena diriku selalu dalam sesuatu yang indah akan dirimu…
Terus mempertahankan dan bertahan untuk mendapatkan akan ceritamu,
mungkin akan bisa menjadi sesuatu yang lumrah untuk Aku kenali…
Ketika aku berjalan,
mungkin akan mencari apa yang menjadi sebab ketakutanku atas kehilanganmu…
Kepergian akan dirimu,
mungkin akan selalu di dalam tekanan ketika aku tak menemukannya,
Aku hanya berkata tentang dirimu,
yang tak bisa dimengerti akan diriku ini…
Aku hanya berucap dalam setiap omong kosong ini,
ketika aku benar-benar jatuh hati padamu…
Puisi untuk seseorang yang berarti,
mungkin aku berikan dengan hati terdalamku…
Aku akan bisa berkata kepadanya,
“jangan Kau menjauh ketika aku mendekat,
karena aku akan berada disampingmu, hingga diriku mati dengan waktu.”
Dari diriku untuk seseorang yang begitu samar,
dan sekarang aku menemukan itu,
yaitu cinta dari buah hasil dirimu akan diriku…



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !