Ketika aku melihatmu ku mengingat mati
Bahwa waktu telah merebut hari demi hari hidupku jadi kenangan dalam pikiran
Sentuhan tubuhmu jadi sensasi masa lalu
Dan wajahmu hanya jadi bayang bayang di pandangan mataku yang semakin kabur
Engkau menjadi kelelahan hatiku yang terus menjaga cinta
Aku kan menjadi keriput dan lemah
Dan tanah gembur sedikit basah di taburi bunga jadi tempat berbaring di dalam lembabnya sepi
Dan begitu bodohnya aku mengukir musim yang tumbuh yang terus berganti berlalu begitu saja
Tanpa kuselesaikan utuh
Ketika aku melihatmu kumengingat mati
Pada saat genggaman kan terlepas
Aku pun harus pergi dan tinggalkan
Sendiri aku disini
Air mata menguap menjadi bagian dari awan
Bahwa waktu telah merebut hari demi hari hidupku jadi kenangan dalam pikiran
Sentuhan tubuhmu jadi sensasi masa lalu
Dan wajahmu hanya jadi bayang bayang di pandangan mataku yang semakin kabur
Engkau menjadi kelelahan hatiku yang terus menjaga cinta
Aku kan menjadi keriput dan lemah
Dan tanah gembur sedikit basah di taburi bunga jadi tempat berbaring di dalam lembabnya sepi
Dan begitu bodohnya aku mengukir musim yang tumbuh yang terus berganti berlalu begitu saja
Tanpa kuselesaikan utuh
Ketika aku melihatmu kumengingat mati
Pada saat genggaman kan terlepas
Aku pun harus pergi dan tinggalkan
Sendiri aku disini
Air mata menguap menjadi bagian dari awan



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !